Translate

Sabtu, 19 Oktober 2013

PRAKTEK REIKI.


Setiap orang yang ingin menjadi praktisi reiki lebih dulu harus mendapatkan  attunement reiki dari seorang Reiki Master. Proses attunement reiki secara mudah diartikan sebagai proses sinkronisasi antara calon praktisi reiki ( tingkat pemula ) dengan sumber reiki yang ada di alam semesta. Yang disinkronkan  adalah vibrasi energi halus dalam diri calon praktisi reiki dengan getaran energi reiki sehingga hanya dengan niat saja, maka calon praktisi reiki dapat mengaksesnya saat itu juga.
Setelah resmi menjadi praktisi reiki tentu saja diperlukan latihan reiki untuk membuat tubuh semakin bersih, chakra utama semakin mengembang dan getaran energi reiki yang diakses semakin kuat daya kerjanya. Efek dari semakin bersihnya jalur energi dalam tubuh praktisi reiki, maka kesehatan fisik akan dengan mudah dipertahankan untuk melawan jenis penyakit yang akan masuk tubuh. Praktek reiki yang dipersyaratkan oleh praktisi reiki adalah mau menjalankan apa itu yang disebut dengan Self Healing ( SH ) dan Other Healing ( OH ).
PRAKTEK REIKI KE DIRI SENDIRI ( SELF HEALING REIKI ).
Ada tradisi reiki yang mensyaratkan praktek self healing ( SH ) selama 21 hari tanpa putus berkesinambungan setiap hari. Minimal sehari sekali praktisi reiki mempraktekkan reiki dengan cara menempelkan kedua telapak tangannya ke tubuh sendiri. Namun ada juga yang tidak mensyaratkan praktek reiki selama 21 hari terus menerus, akan tetapi dengan menggantikannya sesering mungkin menyalurkan reiki ke diri sendiri baru ke orang lain sebagai ajang praktek reiki.
Penyaluran reiki diri sendiri untuk mengatasi gangguan migren, vertigo dan ketidaknyaman pada organ kepala. Biasanya penyaluran reiki ke bagian kepala akan membuat rasa kantuk yang berlebihan saat energi reiki mengalir ke bagian dalam kepala. Keringat terkadang bercucuran deras membasahi wajah dan leher.
Penyaluran reiki diri sendiri untuk mengatasi gangguan migren, vertigo dan ketidaknyaman pada organ kepala. Biasanya penyaluran reiki ke bagian kepala akan membuat rasa kantuk yang berlebihan saat energi reiki mengalir ke bagian dalam kepala. Keringat terkadang bercucuran deras membasahi wajah dan leher.
Dengan rajin melakukan terapi reiki diri sendiri, untuk mendapatkan manfaat reiki yaitu tubuh selalu sehat dan bugar.
Dengan rajin melakukan terapi reiki diri sendiri, untuk mendapatkan manfaat reiki yaitu tubuh selalu sehat dan bugar.
Mulailah menyehatkan diri sendiri lebih dulu dengan praktek self healing reiki. Niatkan reiki terakses diikuti affirmasi untuk apa reiki disalurkan. Mulai tempelkan kedua telapak tangan Anda pada tubuh, mulai dari atas turun ke bawah.
Mulailah menyehatkan diri sendiri lebih dulu dengan praktek self healing reiki. Niatkan reiki terakses diikuti affirmasi untuk apa reiki disalurkan. Mulai tempelkan kedua telapak tangan Anda pada tubuh, mulai dari atas turun ke bawah.
Manfaat dari praktek reiki adalah kita mengakses energi positif reiki yang selalu mengalir ke dalam tubuh sehingga tubuh mampu memproteksi dirinya dari serangan energi negative penyakit. Setelah tubuh sehat tak ada salahnya praktisi reiki juga mau berbagi menyalurkan reiki kepada orang lain, baik jarak dekat ( tatap muka ) atau jarak jauh dengan perantara, internet, blog, facebook, twitter atau situs jejaring sosial lainnya. Dalam praktek reiki secara kontinyu, sudah banyak jenis penyakit dalam diri yang berhasil disembuhkan baik dibantu teman praktisi reiki atau diri sendiri.
Tahapan penempelan kedua telapak tangan diawali dari tubuh bagian atas lalu perlahan-lahan turun ke bawah hingga tubuh bagian bawah ( depan ). Kedua telapak tangan lalu diangkat ke atas ditempelkan pada tubuh bagian belakang, dimulai dari batok kepala turun perlahan-lahan hingga sampai ke pantat. Tiap titip lokasi pada tubuh minimal disalurkan reiki selama 3 menit. Keseluruhan titip penyaluran reiki pada tubuh ada yang 16/17 atau 18 titik dengan total 54 menit atau 1 jam kurang.
PRAKTEK  REIKI KE ORANG LAIN ( OTHERS HEALING ).
Anda dapat mencoba memberikan terapi reiki kepada keluarga terdekat/teman sekerja atau tetangga. Sama dengan praktek self healing reiki, pada prinsipnya menyalurkan reiki ke orang lain cukup mudah dilakukan. Kondisikan pasien duduk di depan Anda dalam kondisi santai, mata terpejam dan niatkan reiki mengalir dalam diri Anda.
Begitu chakra mahkota Anda mengembang ( ubun-ubun ) yang ditandai dengan adanya getaran halus dan kedua telapak tangan juga bergetar ditandai dengan sensasi hawa panas, itu tandanya energi reiki sudah mulai masuk tubuh lewat gerbang energi  pada chakra mahkota. Energi yang telah masuk tubuh selanjutnya akan bersirkulasi dalam tubuh energi dan akhirnya keluar lewat chakra kedua telapak tangan Anda.  Lalu arahkan kedua telapak tangan Anda ke pasien dengan jarak 3 – 5 cm tanpa menyentuh tubuh. Jika yang menjadi pasien adalah muhrim Anda, boleh menempelkan kedua telapak tangan pada bagian tubuh yang sakit.
Prinsip penyaluran reiki ke orang lain juga menganut prinsip atas ke bawah. Dimulai dari bagian kepala lalu turun ke bagian tubuh lain. Wajah Anda berjerawat, cobalah menyalurkan reiki ke bagian wajah dimulai dari kening, mata, pipi dan kuping. Diharapkan dengan penyaluran reiki, wajah akan berseri kembali, pipi mulus halus bebas jerawat.
Prinsip penyaluran reiki ke orang lain juga menganut prinsip atas ke bawah. Dimulai dari bagian kepala lalu turun ke bagian tubuh lain. Wajah Anda berjerawat, cobalah menyalurkan reiki ke bagian wajah dimulai dari kening, mata, pipi dan kuping. Diharapkan dengan penyaluran reiki, wajah akan berseri kembali, pipi mulus halus bebas jerawat.
Penyaluran reiki ke orang lain dimulai dari bagian kepala. Mulailah menyalurkan reiki ke organ mata untuk beberapa saat, lalu tangan bergerak ke bagian kepala lainnya, seperti ke kening, kuping, pipi tulang tengkorak agar reiki menyusup ke bagian organ otak.
Penyaluran reiki ke orang lain dimulai dari bagian kepala. Mulailah menyalurkan reiki ke organ mata untuk beberapa saat, lalu tangan bergerak ke bagian kepala lainnya, seperti ke kening, kuping, pipi tulang tengkorak agar reiki menyusup ke bagian organ otak.
Berlatih menyalurkan reiki kepada pasien untuk melatih kepekaan telapak tangan akan aliran reiki.
Berlatih menyalurkan reiki kepada pasien untuk melatih kepekaan telapak tangan akan aliran reiki.
Di saat energi reiki mengalir ke pasien, reiki ikut pula membersihkan tubuh praktisinya dari energi penyakit. Energi negatif penyakit dalam diri pasien dan praktisi dibuang keluar tubuh lewat chakra kedua telapak kakinya secara bersamaan. Karena itu rajin-rajinlah menyalurkan reiki agar tubuh Anda sehat.
Di saat energi reiki mengalir ke pasien, reiki ikut pula membersihkan tubuh praktisinya dari energi penyakit. Energi negatif penyakit dalam diri pasien dan praktisi dibuang keluar tubuh lewat chakra kedua telapak kakinya secara bersamaan. Karena itu rajin-rajinlah menyalurkan reiki agar tubuh Anda sehat.
Begitu reiki diniatkan bekerja diiringi affirmasi praktisi reiki, saat itu juga reiki mengalir dalam dirinya. Bersamaan itu juga reiki bisa disalurkan kepada orang lain yang sedang sakit agar mendapatkan kesembuhan, kembali sehat terbebas dari penyakit.
Begitu reiki diniatkan bekerja diiringi affirmasi praktisi reiki, saat itu juga reiki mengalir dalam dirinya. Bersamaan itu juga reiki bisa disalurkan kepada orang lain yang sedang sakit agar mendapatkan kesembuhan, kembali sehat terbebas dari penyakit.
Penyaluran reiki langsung ke bagian yang sakit, misalnya pinggang dengan tidak menempelkan telapak tangan ke tubuh pasien. Gabungan energi reiki dan kundalini untuk kasus syaraf terjepit atau cedera otot punggung.
Penyaluran reiki langsung ke bagian yang sakit, misalnya pinggang dengan tidak menempelkan telapak tangan ke tubuh pasien. Gabungan energi reiki dan kundalini untuk kasus syaraf terjepit atau cedera otot punggung.
Biarkan kedua telapak tangan Anda mengarah ke bagian tubuh yang sakit untuk beberapa saat. Setelah itu pindahkan kedua telapak tangan ke bagian tubuh lainnya. Demikian seterusnya sampai dirasa cukup untuk memberikan healing ke pasien.
Manfaat dari praktek other healing reiki adalah, energi reiki yang Anda akses disamping membersihkan tubuh pasien dari energi negative penyakit, juga dalam waktu bersamaan juga membersihkan tubuh energi Anda sendiri. Energi negatife penyakit pasien kita dorong dari tubuhnya lalu keluar melewati chakra kedua telapak kaki pasien. Jadi disamping pasien diterapi dengan reiki dalam waktu bersamaan energi reiki juga ikut membersihkan tubuh Anda dari penyakit.
Manfaatnya jika kita rajin menerapi pasien dengan reiki, tubuh anda pun juga ikut dibersihkan dari unsur negatife penyakit. Semakin sering reiki dipraktekkan, semakin bersih tubuh energi Anda, chakra utama semakin mengembang, getaran energi reiki semakin tinggi dan kuat untuk melawan energi negatife penyakit yang mencoba masuk tubuh. Tentu saja sehatnya tubuh karena mampu melawan penyakit disamping praktek reiki, gaya hidup sehat pun tetap kita praktekkan dengan cara mengatur pola makan sehat, istirahat cukup, rajin olahraga dan pola pikir sehat.
Selain menyalurkan reiki dan kundalini, praktisi reiki juga dilatih meditasi.
Selain menyalurkan reiki dan kundalini, praktisi reiki juga dilatih meditasi.
Praktek tambahan sebagai praktisi reiki selain self healing, other healing juga diperkenalkan dengan praktek meditasi. Salah satu meditasi dalam menunjung praktek reiki, adalah meditasi reiki kundalini. Praktisi reiki saat duduk bermeditasi, cukup meniatkan meditasi reiki kundalini, maka tubuh akan bergetar yang ditandai dengan mengalirnya hawa panas dalam tubuh yang diselang-seling dengan hawan hangat bahkan hawa dingin.
Getaran energi yang bergerak dari atas bersumber dari reiki karena masuk lewat chakra mahkota. Sedangkan yang bergerak di tengah antara chakra dasar dan seks adalah getaran energi kundalini yang mulai aktif membuka gulungannya. Energi kundalini selanjutnya keluar dan merambat naik lewat jalur energi besar ( sushumna ) melewati chakra dasar, seks, solar pleksus, jantung, tenggorakan, ajna (mata ketiga ) dan keluar lewat chakra mahkota.
Saat mulai meditasi anda bisa memberikan affirmasi, meditasi reiki saja atau meditasi reiki dan kundalini. Rasakan sensasi getaran energi bersumber dari reiki saja dan gabungan energi reiki dan kundalini. Jika anda peka, akan bisa membedakan vibrasi getaran kedua energi tadi. Dengan semakin sering mempraktekkan meditasi reiki kundalini, diharapkan saat praktek reiki gabungan kedua energi tadi akan bekerja untuk penyembuhan kasus penyakit dalam diri atau pasien. Selamat praktek reiki kundalini dan meditasi.

Jumat, 20 September 2013

Monyet dan Apel Kayunya


Suatu ketika ada seekor monyet periang yang hidup di hutan, memakan buah yang lezat ketika lapar, dan istirahat ketika letih. Suatu hari dia sampai ke sebuah rumah, di sana dia melihat satu mangkuk apel yang paling indah. Dia mengambil satu apel di masing-masing tangannya dan kembali lari masuk hutan.
Dia menciumi apel itu tapi tidak mencium bau apapun. Dia mencoba memakannya tapi malah membuat giginya ngilu. Apel itu ternyata terbuat dari kayu, tapi nampak demikian indah, dan ketika monyet-monyet lain ingin melihatnya, dia malah memegangnya dengan semakin erat.
Dia begitu mengagumi apa yang baru dimilikinya dan dengan bangga membawa-bawanya sambil berkelana dalam hutan. Apel itu nampak berkilau kemerahan di bawah sinar matahari, dan nampak sempurna baginya. Dia menjadi begitu tergantung padanya, sampaisampai pada awalnya bahkan dia tidak sadar kalau dia sedang lapar.
Sebatang pohon buah mengingatkannya, tetapi dia merasakan sentuhan halus apel di tangannya, dia tidak mau melepaskan pegangan pada apel kayu itu agar dia dapat meraih buah untuk di makannya. Pendeknya, dia tidak bisa rileks, karena harus terus melindungi apel kayunya itu. Seekor monyet yang penuh kebanggaan tapi tidak bahagia itu terus berkelana di dalam hutan.
Apel-apel kayu itu terasa semakin berat, dan monyet kecil yang malang itu mulai berpikir untuk meninggalkannya. Dia merasa lelah, lapar, dan tidak bisa memanjat pohon atau memetik buah dengan tangannya yang tidak bebas. Bagaimana kalau dia melepaskannya saja?
Melepaskan diri dari hal yang demikian berharga nampaknya tidak mungkin, tapi apa lagi yang dapat dilakukannya? Dia sudah demikian letih dan lapar. Melihat pohon buah-buahan berikutnya, dan mencium nikmatnya bau buah itu, ah cukup…. Dia menjatuhkan apel kayunya dan meraih makanannya. Dan dia menjadi bahagia lagi.
.
Melepaskan apel kayu
Sama seperti monyet kecil itu, kadang-kadang kita membawa-bawa hal yang nampaknya demikian berharga untuk kita tinggalkan. Seorang pria membawa-bawa gambaran tentang dirinya sebagai “orang yang produktif” dan membawa-bawanya seperti apel kayu yang berkilat itu. Namun pada kenyataannya, kesibukannya itu membuatnya letih, dan haus akan kehidupan yang lebih baik. Tetapi tetap saja, melepaskannya sungguh sebuah tindakan yang menyesakkan. Bahkan kekhawatirannya juga diperlakukannya seperti apel yang keramat, untuk memberi bukti bahwa dia “melakukan apa saja yang bisa.” Dia terus mempertahankannya dengan paksa.
Ini adalah hal berat untuk disaksikan, kita dengan demikian kuat mengidentifikasi diri dengan milik kita, bahkan merasa demikian sedih ketika mobil kita penyok. Betapa lebih kuatnya kita mengidentifikasi diri kita dengan keyakinan dan gagasan pribadi kita? Walau mereka tidak selalu mengisi jiwa kita, bukankah demikian? Dan kita jadi letih karena terus mempertahankannya.
Cara bagaimana lagi kita bisa mengakhiri kisah ini? Mungkin monyet itu ditemukan telah mati kelaparan, di bawah sebatang pohon yang indah, dengan buah ranum dalam jangkauan, sambil tetap memegang erat apel kayunya.
Tetapi saya memilih mengakhiri kisah ini dengan kepasrahan monyet itu, yang mau melepaskan apel kayu dari genggamannya, karena hanya dengan tangan terbuka kita bisa menerima.

Sabtu, 01 Juni 2013

CLOSED LEARNING... DI KERETA GAJAHWONG



Entah telah berapa belas tahun saya tak naik kereta api kelas ekonomi. Mungkin terakhir pada tahun 1992, berarti sudah 21 tahun. Ya, sudah 21 tahun duduk di kereta beradab : Duduk dalam keheningan yang nyaman, tak berbicara dengan bangku sebelah dan hanya bisa menatap punggung penumpang di kursi depan. Sungguh, peradaban masa kini adalah sebuah peradaban yang autistik. Dan sayapun menikmati autisme itu, tentunya atas nama privacy...

Tapi kereta ekonomi ini tiba-tiba menarik. Kulit luarnya lumayan mulus, perpaduan antara warna putih dengan biru muda. Namanya Gajahwong, merayap dari Jogja ke Jakarta. Saya sempat mengintip ke dalam sebelum memutuskan membeli tiket. Gerbongnya bersih ber-AC. Kursinya sofa abu-abu muda yang lumayan empuk, namun sandarannya terlalu tegak. Yang membedakannya dengan kereta api kelas bisnis dan eksekutif, adalah peradabannya : penumpang duduk berhadap-hadapan. Ya...ya... PT Kereta Api telah mendefinisikan level peradaban kelas Paria : Berhadap-hadapan !!!

Ah... isi saku ini akhirnya ikut membulatkan tekad untuk membeli tiket kelas ekonomi. Saya duduk di samping jendela, berhadapan dengan seorang ibu dan anaknya. Sedangkan di sebelah saya duduk seorang anak lelaki balita. Kereta berangkat tepat waktu, dan berbeda dengan kereta ekonomi jaman silam ternyata para penumpangnya lebih santun dan “beradab” : duduk rapi di kursi masing-masing, mulai memesan makanan dan mengkhusyuki gadget masing-masing.

Tapi itu ternyata tak lama. Kereta satu jam beranjak dari Stasiun Tugu dan suasana mulai riuh-rendah. Seorang ibu mulai menggendong anaknya yang rewel bolak-balik di gerbong. Di sana-sini percakapan telah dimulai diselingi derai tawa. Penumpang kursi seberang mulai menggelar koran di koridor gerbong, menidurkan anaknya berbekal bantal yang disewa. Puncaknya, beberapa penumpang lain mulai melangkahi badan, bahkan kepala, penumpang yang tergeletak pasrah di koridor gerbong kereta. Tak ada marah, karena mereka tertidur di “wilayah publik” tempat lalu-lalang.

Ya Rabbii... saya menemukan kembali peradaban itu. Betul : peradaban manusia seutuhnya !!! Peradaban di mana kami bercakap-cakap dengan manusia lain. Peradaban di mana kami saling bercerita dan tergelak. Peradaban dimana saya terhubungkan dengan kursi sebelah, karena ingin meminjam koran. Peradaban di mana kami tak perlu lagi membunuh waktu dengan menyumbat lubang telinga pakai earphone. Peradaban yang membuat kami saling memaklumi dan memaafkan. Seakan di Indonesia rasanya.

Biang keladinya adalah ini : Saling berhadap-hadapan, face to face !!! Ada mata yang terpaksa saling menatap, ada hati yang tersambung, ada fenomena yang tersaksikan secara lebih gamblang, ada frekuensi sosial yang bertaut. Ah... sang ibu seberang tanpa sungkan tiba-tiba menceritakan masalah anak lelakinya, ketika ia tahu saya adalah seorang psikolog. Entah kenapa, privacy saya tak merasa terganggu dengan curhat ini, karena privacy telah mengalah ketika duduk telah saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.

Inilah sebuah peradaban luhur yang justru dengan sengaja dibunuh di kelas bisnis dan eksekutif. Peradaban yang dimatikan oleh gadget dan game online. Peradaban yang ditindas oleh distance learning, atasnama teknologi dan pembelajaran antar benua yang mengatasi ruang dan waktu. Kita adalah generasi autis yang hilang kepercayaan diri sosial, sehingga lebih nyaman untuk menatap layar tablet daripada menatap mata sejawat yang satu lift dengan kita. Kita merasa butuh kesendirian demi alasan privacy, padahal alasan sebenarnya adalah karena kita kehilangan sosiabilitas.

Ah... di Kereta Api Gajahwong tiba-tiba saya kehilangan selera dengan yang namanya distance learning. Tidak ! Belajar itu harus berhadap-hadapan, menatap mata dan merasakan aura antara guru dan murid. Distance learning mungkin cukup sahih untuk sekadar mentransfer pengatahuan, knowledge. Tapi distance learning bukan sebuah perangkat untuk menciptakan kompetensi, membentuk karakter, menghasilkan ilmuwan dan teknolog.

Tidak ! para murid harus kembali merebut haknya untuk bertemu dan mencium tangan guru-gurunya dengan takzim. Para murid harus bercengkrama dengan guru dan teman-temannya di sebuah ruang di mana mereka berkumpul secara fisik. Agar mereka belajar dengan guru mereka, agar mereka belajar dengan sesama teman mereka. Agar transfer ilmu itu terjadi lewat tatapan mata, lewat senyum tulus dan lewat tangan yang saling berpegangan. Dan itu semua terjadi saat jarak diantara mereka tak lebih dari sepuluh meter, sebuah closed learning...

Copas dari: https://www.facebook.com/groups/millennial/permalink/472932822788318/

Rabu, 22 Mei 2013

Kemarahan.



Suatu hari Sang Buddha sedang berjalan melalui sebuah desa. Seorang pria muda yang sangat marah dan kasar datang dan mulai menghina dia. "Anda tidak memiliki pengajaran yang benar kepada orang lain," teriaknya. "Anda bodoh seperti orang lain. Anda palsu!"

Sang Buddha tidak marah terhadap penghinaan tersebut. Sebaliknya ia bertanya kepada pemuda tersebut "Katakan, jika Anda membeli hadiah untuk seseorang, dan orang itu tidak mengambil atau menerimanya, siapakah yang memiliki hadiah itu ?"

Pemuda itu terkejut dengan pertanyaan aneh dari sang Budha dan menjawab, "hadiah Ini akan tetap menjadi milik saya, karena saya membelinya."

Sang Buddha tersenyum dan berkata, "Itu benar. Dan itu persis sama dengan kemarahan Anda. Jika Anda menjadi marah kepada saya dan saya tidak merasa terhina dan tidak terpancing untuk marah, maka kemarahan itu jatuh kembali kepada Anda.

Dan kemudian Anda satu-satunya yang menjadi tidak bahagia, bukan Saya!. Semua yang Anda lakukan hanyalah menyakiti diri anda sendiri.

~ Sang Budha ~

Sabtu, 18 Mei 2013

Terimakasih Tuhan...

Setiap pagi aku bangun dan mengucap sepotong doa - Terimakasih ya Tuhan, atas hari yang Engkau anugerahkan padaku. Sebagai manusia dengan banyak keterbatasan aku kagum pada kehidupan, manakala aku merenungkan keajaiban bahwa aku diberi hak hidup; bahwa aku seorang manusia yang punya kesadaran, hidup ditengah-tengah galaksi Bimasakti yang maha luas ini, dengan segenap rasa dan kemampuanku.

Aku memohon kepada Tuhan, jangan sampai hariku ini tersia-sia. Dari fajar hingga petang aku akan selalu mengingat betapa hidup adalah sebuah anugerah yang teramat besar. Di akhir hariku, sebelum tidur aku akan mengenang semua hal terindah yang ku alami sepanjang hari, sekecil apapun itu, dan bershukur pada-Nya atas hari yang telah kulalui.

Terimakasih Tuhan....


Copas dari: http://www.facebook.com/balimeditasi.cintakasih?directed_target_id=0

Rabu, 24 April 2013

Mengapa anak yang lahir, selalu dalam keadaan menangis?

Mengapa setiap anak yang lahir dari rahim ibunya, memberi rasa sakit yang sangat kepada ibunya?. 
Mengapa anak yang lahir, selalu dalam keadaan menangis?. 
Jika engkau mencoba melihat secara mendalam terhadap hal-hal yang remeh ini, mungkin sekali ini akan akan dapat mengilhami andaakan rahasia-rahasia kehidupan.

Sang anak memberontak saat keluar dari rahim ibunya karena kandungan ibu telah menjadi rumahnya, dia tidak mengetahui sistem penanggalan apapun. Sembilan bulan adalah hampir menyamai keabadian, ini terasa berlangsung selamanya. Sejauh yang pernah dia ketahui, dia selalu berada di dalam kandungan. Sekarang... tiba-tiba rumahnya digusur, dia dipaksa keluar dan dia memberontak dengan seluruh tenaga yang dia miliki.

Oleh karena itulah dia selalu lahir dalam keadaan menangis... semua anak, tanpa ada pengecualian


~ Osho: Emotional Learning ~

Jumat, 19 April 2013

Setiap anak lahir dengan kemampuan merasakan keseluruhan alam



Setiap anak lahir dengan kemampuan merasakan keseluruhan alam, tidak mengetahui keterpisahan dia dari alam. Melalui proses belajar yg lambat kita mengajarkan dia untuk merasa terpisah, kita memberi dia sebuah nama, sebuah identitas, sifat-sifat dan ambisi-ambisi. Kita menciptakan sebuah kepribadian di sekitarnya.

Perlahan-lahan kepribadian ini menjadi lebih tebal dan solid melalui pengasuhan masa kanak-kanak, pendidikan dan pengajaran agama. Ketika kepribadian menjadi lebih menebal, sang anak mulai melupakan siapa dia sebenarnya.....

~ Osho: Emotional Learning ~