Translate

Rabu, 22 Mei 2013

Kemarahan.



Suatu hari Sang Buddha sedang berjalan melalui sebuah desa. Seorang pria muda yang sangat marah dan kasar datang dan mulai menghina dia. "Anda tidak memiliki pengajaran yang benar kepada orang lain," teriaknya. "Anda bodoh seperti orang lain. Anda palsu!"

Sang Buddha tidak marah terhadap penghinaan tersebut. Sebaliknya ia bertanya kepada pemuda tersebut "Katakan, jika Anda membeli hadiah untuk seseorang, dan orang itu tidak mengambil atau menerimanya, siapakah yang memiliki hadiah itu ?"

Pemuda itu terkejut dengan pertanyaan aneh dari sang Budha dan menjawab, "hadiah Ini akan tetap menjadi milik saya, karena saya membelinya."

Sang Buddha tersenyum dan berkata, "Itu benar. Dan itu persis sama dengan kemarahan Anda. Jika Anda menjadi marah kepada saya dan saya tidak merasa terhina dan tidak terpancing untuk marah, maka kemarahan itu jatuh kembali kepada Anda.

Dan kemudian Anda satu-satunya yang menjadi tidak bahagia, bukan Saya!. Semua yang Anda lakukan hanyalah menyakiti diri anda sendiri.

~ Sang Budha ~

Sabtu, 18 Mei 2013

Terimakasih Tuhan...

Setiap pagi aku bangun dan mengucap sepotong doa - Terimakasih ya Tuhan, atas hari yang Engkau anugerahkan padaku. Sebagai manusia dengan banyak keterbatasan aku kagum pada kehidupan, manakala aku merenungkan keajaiban bahwa aku diberi hak hidup; bahwa aku seorang manusia yang punya kesadaran, hidup ditengah-tengah galaksi Bimasakti yang maha luas ini, dengan segenap rasa dan kemampuanku.

Aku memohon kepada Tuhan, jangan sampai hariku ini tersia-sia. Dari fajar hingga petang aku akan selalu mengingat betapa hidup adalah sebuah anugerah yang teramat besar. Di akhir hariku, sebelum tidur aku akan mengenang semua hal terindah yang ku alami sepanjang hari, sekecil apapun itu, dan bershukur pada-Nya atas hari yang telah kulalui.

Terimakasih Tuhan....


Copas dari: http://www.facebook.com/balimeditasi.cintakasih?directed_target_id=0