Translate

Senin, 11 Maret 2013

Cerita tentang Tao




Ketika kecil saya pernah membaca salah satu buku tentang dua bersaudara yang hidup disebuah gubuk kecil dekat hutan.

Pada suatu hari mereka pergi ke hutan, namun tidak begitu lama kemudian terjadilah badai. Angin bertiup begitu kencang dan hujan deras bagai ditumpahkan ke bumi. Sang kakak segera mengajak adiknya untuk berteduh di bawah sebuah batu yang menonjol dekat jurang. Tetapi, adiknya tetap merasa ketakutan berada dalam badai.

Sang kakak menghibur adiknya, "Adikku jangan takut. Ini adalah kejadian alam biasa. Saat ini hujan deras dan angin bertiup kencang, tapi ini semua akan berlalu. Setelah itu kita bisa pulang. Tidak perlu takut.

Setelah hujan dan badai reda, kedua saudara itu memulai perjalanan pulang. Kakaknya punya kesempatan ini untuk mengajari adiknya.
"Adikku, lihatlah pohon besar yang tumbang itu. Dia berdiri kokoh, menahan terjangan angin. Ketika angin bertiup terlalu keras, maka pohon-pohon itu akan tercabut dari akarnya.
 Nah sekarang lihatlah rumput yang rendah yang kita gunakan untuk membuat sapu. Ketika angin bertiup, rumput terayun merunduk bersama angin. Ketika angin berhenti, rumput dengan mudah tegak kembali."

:: Terlalu keras, kaku, keras hati, keras kepala tidak selamanya baik. Kadang-kadang lebih baik untuk menjadi fleksibel, ramah, rendah hati dan dapat berkompromi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar